Konferensi Nasional SCALE 2026, Dekan FEB UPN Jatim Tekankan Pentingnya Analitik Bisnis dan Inovasi Riset

Konferensi Nasional SCALE 2026, Dekan FEB UPN Jatim Tekankan Pentingnya Analitik Bisnis dan Inovasi Riset

May 8, 2026 Berita 0

BERITA FEBUPNVJT – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur kembali menorehkan langkah strategis dalam menjembatani kualitas pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia industri. Melalui Program Studi S1 Manajemen, FEB sukses menyelenggarakan Scholarly Conference on Business Analytics & Management (SCALE) 2026 secara virtual pada Kamis (16/4/2026).

Mengangkat tema besar “Redefining Management Strategy through Business Analytics: Harmonizing Scholarly Research and Industry Readiness”, konferensi berskala nasional ini dihadiri oleh lebih dari 140 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, hingga perwakilan pemerintah.

Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Dra. Ec. Tri Kartika Pertiwi,M.Si, CRP. Dalam keynote speech-nya, beliau menegaskan bahwa kemampuan membaca dan menganalisis data kini menjadi kompetensi mutlak yang harus dimiliki oleh setiap lulusan FEB.

“Dunia bisnis saat ini berada di era disrupsi BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Pendekatan manajemen konvensional yang hanya mengandalkan intuisi sudah tidak lagi relevan. Melalui SCALE 2026 ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis berkomitmen penuh untuk mencetak generasi manajer dan ekonom muda yang adaptif, melek teknologi, dan mampu mengambil keputusan strategis berbasis data (data-driven decision making),” ungkap Bu Tika dalam sambutan pembukanya.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti bahwa penyelenggaraan SCALE 2026 merupakan wujud nyata kontribusi dan komitmen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mengimplementasikan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Sebagai institusi pendidikan ‘Kampus Bela Negara’, kita memiliki tanggung jawab moral terhadap agenda global. SCALE 2026 secara langsung mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan ruang pembelajaran analitik bisnis yang inklusif, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena riset-riset yang dipresentasikan hari ini diarahkan untuk menjadi solusi inovatif bagi efisiensi industri nasional,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kolaborasi harmonis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi korporasi dalam acara ini juga menjadi manifestasi dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang pada akhirnya bermuara pada penciptaan sumber daya manusia yang siap mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Guna memberikan wawasan yang komprehensif, konferensi ini menghadirkan dua pakar utama. Dr. Alfiyan Darojat, S.Kom., M.MT. dari BPIPI Kementerian Perindustrian membedah urgensi penguasaan sains dan data dalam mendukung hilirisasi industri nasional menuju visi “Indonesia Emas 2045”. Sementara itu, Bapak Muhammad Hidayat Isa, S.T., M.T., MSc. dari Perum Perumnas memaparkan realitas kerasnya dunia Business Development masa kini yang sangat bergantung pada pemodelan bisnis analitik.

Selain sesi pemaparan ahli, daya tarik utama kegiatan ini adalah sesi paralel Call for Paper (CFP). Peserta CFP antusias mempresentasikan hasil temuan riset terapan mereka di berbagai breakout room. Mulai dari riset pemasaran digital, analisis sentimen keuangan, hingga efisiensi rantai pasok manufaktur, semuanya dikupas tuntas menggunakan kacamata analitik data.

Ketua Panitia SCALE 2026, Dimas, turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta. “Kerja keras seluruh jajaran panitia, dukungan penuh dari Ibu Dekan beserta jajaran pimpinan FEB, serta dedikasi para dosen Manajemen yang menjadi moderator, adalah kunci suksesnya acara ini. SCALE 2026 membuktikan bahwa ekosistem riset di lingkungan FEB kita sangat hidup dan relevan dengan zaman,” tuturnya.

Melalui kesuksesan SCALE 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur berharap dapat terus memelopori inovasi pendidikan bisnis di Indonesia, melahirkan lulusan unggul yang tak hanya cerdas secara teori, tetapi juga menjadi ujung tombak ketahanan ekonomi bangsa di masa depan.

(DS)